Skip to main content

Kopai Osing, Kopi Khas Banyuwangi Yang Mendunia

lollercoaster.me - Punya jadwal mengunjungi Banyuwangi kedepan? Jika iya, anda wajib menikmati Kopai Osing khas Banyuwangi ini. Selain memiliki "se-gudang" tempat wisata yang memanjakan mata, Banyuwangi juga memiliki kuliner khas yang sangat digemari belakangan ini. Yap, Kopai Osing.

Kata "Kopai" merupakan sebutan masyarakat lokal untuk kopi, karena penyebutan huruf "i" dalam suku osing dilafalkan sebagai "ai" khususnya huruf i dari akhir sebuah kata. Misal, Kopi = Kopai, Banyuwangi = Byanyuwyangai, dan lain sebagainya.

Kopi khas Banyuwangi mempunyai keunikan tersendiri yang tidak akan pernah anda temukan dalam jenis biji kopi lainnya. Tumbuh pada dataran tinggi Desa Kemiren dan cara pembuatan yang sedikit lebih rumit menjadikan rasa serta aroma Kopai Osing berbeda dengan kopi lain di Indonesia.

Sebelum di sangrai, biji kopi sebelumnya harus di sortir untuk menyama-ratakan ukuran biji kopi sehingga tingkat kematangan menjadi lebih merata saat proses sangrai nantinya. Selain itu proses ini juga hanya membutuhkan waktu +- 15 menit untuk menjaga agar tingkat kematangan tidak mendekati rasa gosong.

Proses sangrai yang masih menggunakan wajan dari tanah liat, serta bahan bakar menggunakan kayu sudah menjadi tradisi warga setempat untuk membuat biji kopi lebih terasa unik dan enak.



Mengaduk Kopai Osing Menggunakan Sendok Kayu Kelapa

Cara penyajiannya pun sangat diperhatikan, mengaduk menggunakan sendok kayu sangat dianjurkan. Karena sendok kayu tidak menghantarkan panas lebih cepat sehingga proses ekstraksi kopi menjadi lebih maksimal serta aroma kopi akan keluar.

Selain dinikmati langsung, kopai osing juga cocok dipadukan dengan buah Durian. Sebuah cara yang antimainstream untuk menikmati segelas kopi.



Menikmati Kopai Osing Dengan Buah Durian

Jajanan pasar khas Banyuwangi juga cocok dinikmati bersama dengan kopai osing, sebut saja Kucur, Lepet, dan lain-lain.



Kopai Osing Juga Nikmat Bersama Jajanan Pasar

Sanggar Genjah Arum adalah pelopor wisata budaya kemiren sekaligus penggagas kopai osing yang sangat melegenda ini. Desa Kemiren masih menjaga tradisi suku osing yang sangat kental, tak heran jika desa ini disebut sebagai "mutiara budaya" di tengah modernisasi.

Genjah Arum juga menjadi jendela budaya yang masih terjaga hingga kini, menjaga tradisi dan budaya suku yang kian meredup di Indonesia. Sebuah inovasi terbaik untuk memberdayakan masyarakat setempat untuk bersama menjaga kelestarian alam dan budaya.

Mulai dari Artis, Tokoh Agama, Hingga Menteri sudah pernah singgah di Sanggar Genjah Arum untuk sekedar menikmati kopai osing dan menikmati keindahan tradisi yang masih kental disini. Sebut saja menteri kelautan Susi Pudjiastuti "Tempatnya menyenangkan sekali di sini. Kopinya juga enak. Bikin saya betah saja," kata Ibu Susi.



Alt Text!

Jangan lupa untuk datang di Sanggar Genjah Arum dan mari nikmati kopai osing khas Banyuwangi, Once Brew, We Bro.

Untuk pemesanan bisa datang langsung ke Sanggar Genjah Arum, atau menghubungi 0822 4377 7465

Hanya melalui Whatsapp dan SMS.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar yang relevan dengan isi artikel, setiap komentar akan di moderasi sebelum dipublikasikan, jadi jangan spam ya..
Buka Komentar
Tutup Komentar